IDEAL DISCHARGE PLANNING PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER
IDEAL – DP
- Bagaimana kondisi pasien saat ini?
- Siapa anggota keluarga yang merawat atau mendampingi pasien di rumah?
- Berapa lama keluarga merawat pasien dengan penyakit jantung koroner?
- Apakah keluarga mengetahui penyakit yang dialami pasien (PJK)?
- Apakah keluarga memiliki kekhawatiran terkait kondisi pasien setelah pulang?
- Apakah keluarga mengetahui faktor yang dapat memicu kekambuhan penyakit jantung?
- Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami penyakit jantung atau keluhan yang sama?
- Apakah pasien pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya karena keluhan jantung?
- Bagaimana kondisi lingkungan rumah pasien?
- Bagaimana kebiasaan makan pasien di rumah?
- Apakah pasien rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter?
- Apa saja aktivitas yang biasa dilakukan pasien di rumah?
- Siapa anggota keluarga yang bertanggung jawab membantu pasien di rumah?
- Edukasi tahap 1
- Definisi PJK
Penyakit Jantung Koroner (PJK) didefinisikan sebagai kondisi di mana fungsi pompa jantung mengalami gangguan. Akibatnya, suplai darah yang adekuat ke organ vital dan jaringan perifer tidak dapat dipertahankan
- Penyebab PJK
- Hipertensi : Tekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria dan memudahkan terjadinya aterosklerosis coroner
- Hiperlipidemia : Kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kedua jenis lipid tersebut relatif mempunyai makna klinis penting sehubungan dengan aterogenesis.
- Merokok : Keadaan jantung dan paru-paru mereka yang merokok tidak dapat bekerja secara efisien. Asap rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran zat-zat seperti adrenalin. Zat ini merangsang denyut jantung dan tekanan darah. Asap rokok mengandung karbon monoksida (CO) yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat dari pada sel darah merah (haemoglobin) dalam hal menarik atau menyerap oksigen sehingga menurunkan kapasitas darah merah oksigen, sehingga menurunkan kapasitas darah merah tersebut untuk membawa oksigen ke jaringan termasuk jantung. Hal ini perlu diperhatikan terutama oleh penderita PJK, karena daerah arteri yang sudah ada plak, aliran darahnya sudah berkurang dari yang seharusnya. Perokok memiliki kadar kolesterol darah HDL rendah. Hal ini berarti unsur pelindung terhadap PJK menurun
- Obesitas: Kelebihan berat badan merupakan potensi untuk gangguan kesehatan. Berdasarkan penelitian, orang dengan kelebihan berat badan berisiko mengalami serangan jantung. Selain itu kelebihan berat badan berisiko untuk terjadinya kadar kolesterol yang tinggi dan penyakit diabetes mellitus. Kelebihan berat badan juga mengakibatkan sensitivitas insulin menurun sehingga kadar gula darah yang tidak terkendali sering terjadi pada orang yang terlalu gemuk. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan komplikasi, salah satunya menimbulkan komplikasi penyakit jantung.
- Diabetes menyebabkan faktor risiko terhadap PJK yaitu, bila kadar glukosa darah naik, terutama bila berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kadar gula darah (glukos) tersebut dapat menjadi racun terhadap tubuh termasuk sistem kardiovaskuler. Diabetes yang tidak terkontrol dengan kadar glukosa yang tinggi di dalam darah juga cenderung berperan menaikan kadar kolesterol maupun trigliserida, dan mendorong timbulnya plak
- Tanda dan Gejala
- Nyeri Dada
Nyeri dada adalah ciri-ciri penyakit jantung yang sering dikeluhkan. Biasanya, orang yang mengalami serangan jantung akan merasa seperti tertekan, sesak dada, dan sensasi terbakar di dada, atau terasa berat. Nyeri dada biasanya dirasakan saat melakukan aktivitas fisik atau stres. Namun, nyeri dada akan membaik saat aktivitas fisik dihentikan atau stres mereda. Bahkan, terkadang rasa nyeri tersebut dapat menjalar ke leher, lengan kiri, rahang hingga ke punggung.
- Sesak Nafas
Ciri-ciri penyakit jantung lainnya adalah mengalami sesak nafas. Penyebabnya adalah aliran darah ke seluruh tubuh terhambat pembuluh darah yang tersumbat plak kolesterol. Saat mengalami sesak nafas, maka denyut jantung dapat menjadi tidak teratur.
- Kelelahan
Kelelahan yang sering dialami saat melakukan aktivitas berat atau bangun tidur termasuk ciri-ciri penyakit jantung koroner. Rasa lelah ini terjadi sepanjang waktu. Tapi, ciri-ciri ini kurang khas dibandingkan nyeri dada khas penyakit jantung koroner. Apabila merasakan hal tersebut, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
- Pusing
Pusing adalah penyerta ciri-ciri penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Kondisi ini bisa disebabkan kelainan irama jantung yang dapat membahayakan dan dikenal sebagai aritmia. Aritmia dapat menyertai gejala serangan jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba atau yang disebut Sudden Cardiac Arrest (SCA). Hal ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
- Nyeri di Beberapa Bagian Tubuh
Rasa tidak nyaman pada tubuh atau nyeri pada beberapa bagian tubuh adalah ciri-ciri penyakit jantung yang cukup khas. Rasa nyeri bermula di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku punggung, leher, rahang, atau perut. Tetapi, kadang rasa nyeri hanya menyerang daerah-daerah tertentu di tubuh, seperti satu atau kedua lengan dan di antara bahu. Kondisi tersebut disebabkan penyumbatan arteri.
- Komplikasi
- Angin
Angina atau nyeri dada disebabkan oleh menyempitnya arteri yang mempengaruhi suplay darah sehingga jantung tidak mendapatkan cukup darah.
- Serangan jantung
Komplikasi ini akan terjadi bila arteri tersumbat sepenuhnya, akibat penumpukan lemak atau gumpalan darah. Kondisi ini akan merusak otot jantung. - Gagal jantung
Gagal jantung dapat terjadi bila jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan jantung. - Gangguan irama jantung (aritmia)
Kurangnya suplai darah ke jantung atau kerusakan pada jantung akan mempengaruhi impuls listrik jantung sehingga memicu aritmia. - Kardiomegali
Pembesaran jantung dapat terjadi ketika adanya penebalan pada otot jantung yang menyebabkan pelebaran dari bilik (rongga) jantung. Pada kondisi tersebut, apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik, dapat mengakibatkan darah tidak dapat terpompa secara efektif ke seluruh tubuh karena terdapat sumbatan arteri koroner. Sehingga, dapat menyebabkan terjadinya PJK.
- Diagnosis
- EKG : Pemeriksaan terhadap gambaran listrik yang ditimbulkan oleh jantung pada waktu berkontraksi. EKG menunjukkan adanya S-T elevasi yang merupakan tanda dari iskemi, gelombang T inversi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri dan gelombang Q yang mencerminkan adanya nikrosis. Enzim dan isoenzim pada jantung: CK-MB meningkat dalam 4-12 jam dan mencapai puncakpada 24 jam. Peningkatan SGOT dalam 6-12jam dan mencapai puncak pada 36 jam. Elektrolit: ketidakseimbangan yang memungkinkan terjadinya konduksi jantung dan kontraktilitas jantung
- Arteriografi Koroner (kateterisasi)
Kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, otot jantung, serta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pembuluh darah jantung yang tersumbat
- Ekokardiografi
Pemeriksaan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan berdasarkan pemantulan gelombang suara (ultrasound) dari berbagai bagian jantung. Pada tes ini dapat dilihat gambaran fungsi pompa jantung dan kontraksi yang terganggu bila suplai darah terganggu
- Radioaktif Isotop
Menggunakan zat kimia atau isotop yang disuntikkan pada penderita, kemudian zat tersebut dideteksi melalui kamera khusus. Zat yang biasa digunakan adalah thalium dan technetium. Pada bagian otot jantung yang infark, zat radioaktif lebih sedikit dibandingkan dengan bagian otot jantung yang normal
- Angiografi
Cara yang langsung dapat mendeteksi kelainan jantung dari pembuluh arteri jantung, seperti gambaran radiologis, yaitu dengan menggunakan alat angiogram. Namun pemeriksaan ini termasuk tindakan invasive yaitu dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh arteri atau vena lalu didorong sampai ke berbagai tempat di jantung. Gambaran arteri jantung yang mengalirkan darah ke jantung akan terlihat dengan pemeriksaan ini
- Edukasi tahap 2
- Pengobatan
- Pengobatan Kolesterol
Statin dan fibrator menggunakan kadar kolesterol dalam darah untuk bekerja, yaitu mereka menurunkan kolesterol darah. Statin dan fibrat juga mengurangi laju pembentukan plak aterosklerotik dan mencegah pembentukan plak baru.
- Aspirin / Antiplatelet
Inhibitor agregasi platelet termasuk asam asetilsalisilat dan clopidogrel. Obat ini bekerja dengan cara mengencerkan darah, yang membantu meningkatkan fluiditas darah dan dengan demikian menurunkan kemampuan trombosit dan sel darah merah untuk menempel pada pembuluh darah, namun meningkatkan aliran sel darah merah.
- Nitrogliserin
Nitrogliserin bekerja dengan cara mengubah oksida nitrat (no) di dalam tubuh. No kemudian mengaktifkan enzim guanyl cyclase, yang mengubah guanosin trifosfat (gtp) menjadi guanosin 3′,5′-monofosfat (cgmp) di otot polos pembuluh darah dan jaringan lain. Cgmp kemudian mengaktifkan beberapa fosforilasi yang bergantung pada protein kinase yang meningkatkan reabsorpsi kalsium ke dalam retikulum sarkoplasma, meningkatkan kalsium ekstraseluler, dan membuka saluran kalium yang terjaga keamanannya. Hal ini pada akhirnya menyebabkan defosforilasi rantai ringan myosin otot polos. Tindakan ini menyebabkan otot polos pembuluh darah menjadi rileks, menghasilkan efek vasodilatasi yang diinginkan.
- Beta blocker
Cara kerja beta-blocker adalah dengan mengurangi aktivitas miokardium jantung, memungkinkannya menghasilkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan ini menyebabkan otot jantung disuplai dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan
- Modifikasi Lingkungan
- Menyediakan tempat istirahat yang nyaman dan mudah dijangkau.
- Menghindari aktivitas berat dan mengatur tata letak rumah agar pasien mudah beraktivitas.
- Menjaga sirkulasi udara rumah tetap baik dan lingkungan tidak terlalu panas atau dingin.
- Menghindari paparan asap rokok di dalam rumah.
- Menjaga lingkungan rumah tetap tenang untuk mengurangi stres.
- Menyimpan obat di tempat yang mudah dijangkau dan memastikan keluarga membantu mengingatkan jadwal obat.
- Menyediakan dukungan keluarga dalam aktivitas sehari-hari dan saat kontrol ke fasilitas kesehatan.
- Menyimpan nomor kontak tenaga kesehatan atau rumah sakit untuk keadaan darurat.
- Aktivitas
- Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai secara bertahap.
- Menghindari aktivitas berat seperti mengangkat beban berat atau aktivitas yang terlalu melelahkan.
- Mengatur waktu istirahat yang cukup di antara aktivitas.
- Menghindari aktivitas yang memicu stres atau emosi berlebihan.
- Melakukan aktivitas sehari-hari secara perlahan sesuai kemampuan tubuh.
- Menghentikan aktivitas jika muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau pusing.
- Melakukan olahraga ringan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Menghindari aktivitas di lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Pasien diminta untuk menjelaskan kembali edukasi yang sudah diberikan sesuai dengan pemahaman pasien dan menilai apakah edukasi yang diberikan sudah jelas dan bisa menambah pengetahuan pasien.
Pasien dan keluarga menceritakan keluhan yang dialami selama perawatan.
